Kamus Bahasa Gayo

Menampilkan entri untuk huruf "I"

iabah

/i.a.bah/
v

menebang kayu dng memotong sisi batang yg telah ditentukan arahnya shg ketika tumbang tidak mengenai pohon lain

iarang

/i.a.raŋ/
v

mengangkat karung kopi di atas pundak

iawis

/i.a.wis/
v

menggendong kopi menggunakan kain sarung

ibeben

/i.bê.bên/
v

membawa kopi dng menggunakan kuda

ibi

/i.bi/
n

bibi

ibi

/i.bi/
n

tuturan kpd saudara perempuan dr pihak bapak

idaringen

/i.da.riŋ.ên/
v

mengeringkan atau menjemur bibit kopi di bawah panas matahari atau api sebelum ditanam

idir

/i.dir/
v

memisahkan daun pisang dr tangkainya

igu

/i.gu/
n

kayu melengkung yg disandingkan di punggung kuda atau kerbau bajak

igu atan patal enti obon ku rongok

/i.gu a.tan pa.tal ên.ti o.bon ku ro.ŋo?/
ukp

jangan menanggung beban yg bukan tanggung jawab kita, makna harfiahnya 'beban di atas pematang sawah jangan letakkan di punggung'

ijô

/i.jo/
n

hijau

ijujung

/i.ju.juŋ/
v

mengangkat karung kopi di atas kepala

ikan

/i.kan/
n

ikan

ikemek

/ikê.mek/
v

mengangkat karung kopi dng titik tumpu beban di lengan, spt posisi menggendong bayi

iken buruk

/i.kən bu.ru?/
n

ikan yg difermentasi dng garam, disimpan dalam bambu atau dibungkus jerami, kemudian dipepes, biasanya ikan sungai

ikuden

/i.ku.dên/
n

1) proses mengantarkan anak yg disunat dr rumah paman ke rumah sendiri dng menaiki kuda pd acara khitanan di Gayo; 2) proses mengantarkan mempelai laki-laki ke rumah mempelai perempuan menggunakan kuda pd zaman dahulu

ilang

/i.laŋ/
n

merah

ilip

/i.lip/
n

insang ikan

imul

/i.mul/
n

pantat

ine

/i.nə/
n

ibu

ine empurah

/i.nə əm.pu.rah/
n

mertua perempuan

inen

/i.nən/
n

istri

inen ipak

/i.nən i.pa?/
n

sebutan kpd perempuan yg memiliki anak sulung perempuan

inen mayak

/i.nən ma.ya?/
n

panggilan kpd perempuan yg sudah menikah, tetapi belum memiliki keturunan

inen uwin

/i.nən u.win/
n

panggilan kpd perempuan yg memiliki anak sulung laki-laki

ines

/i.nês/
n

bambu berdiameter kecil sekitar 2 cm, biasanya digunakan sbg bahan untuk membuat suling dan tepas

inih

/i.nih/
n

bibit kopi siap tanam, umumnya 5–6 bulan setelah persemaian

inih irenem

/i.nih i.rê.nêm/
n

biji-bijian yg direndam untuk dijadikan bibit, biasanya dipilih biji yg tidak cacat, ukurannya besar, dan bukan kopi rawan (kopi tunggal), biasanya direndam

inte

/in.te/
v

menelusuri informasi mengenai calon mempelai perempuan dng cara bertanya kpd masyarakat sekitar, dilakukan oleh telangkai

inyon

/i.ɳon/
v

menggenjot-genjot jeungki untuk menumbuk

inyon

/i.ɲon/
v

menginjak jeungki ketika menumbuk padi

ipil

/i.pil/
n

rotan yg dipotong pendek dan dibelah empat pd ujungnya, diberikan orang tua kpd guru sbg simbol untuk mengajarkan anak kedisiplinan

ipon

/i.pɔn/
n

gigi

ipon geram

/i.pɔn gə.ram/
n

geraham

ipunyut

/i.pu.ɲut/
v

menyimpul ujung kain

irampat

/i.ram.pat/
v

merapatkan gasing ke gasing lain untuk menggerakkan kembali (tt permainan gasing)

irus

n

irus

isang

/i.saŋ/
n

rahang

isaran

/i.sa.ran/
v

menyeret atau menarik karung kopi

item

/i.təm/
n

hitam

itemeng

/i.te.meŋ//
v

membawa karung kopi dng dijinjing

itik

/i.ti?/
n

bebek

iwen

/i.wen/
n

tas dr karung plastik yg dipakai oleh pemetik kopi, biasanya diikatkan dipinggang sbg wadah tampungan biji kopi yg baru dipetik

iyat

/i.yat/
v

tarik

iyok

/i.yo?/
n

ulat

iyung

/i.yuŋ/
n

hidung