Kamus Bahasa Gayo
cabang benen
/ca.baŋ bê.nên/cabang tanaman kopi yg berpotensi berbuah, ditandai dng keberadaan nemut
cabang benen
/ca.baŋ bê.nên/cabang tanaman kopi yg produktif atau menghasilkan buah; cabang banan; cabang betina; cabang primer; cabang produksi
cabang cacing
/ca.baŋ ca.ciŋ/cabang yg kurang produktif pd tanaman kop
cabang rawan
/ca.baŋ ra.wan/cabang tanaman kopi yg tidak berpotensi berbuah, biasanya dipangkas
cabang rawan
/ca.baŋ ra.wan/cabang tanaman kopi yg nonproduktif atau tidak berpotensi berbuah, biasanya berukuran besar dan tumbuh tidak beraturan; cabang jantan; cabang sekunder
cabang serit
/ca.baŋ sê.rit/cabang tanaman kopi yg tumbuh tidak beraturan, umumnya harus dibersihkan atau dipangkas
cabang uah
/ca.baŋ u.ah/cabang tanaman kopi yg berpotensi berbuah banyak, biasanya karena baik hormonnya
cabuten
/ca.but.ên/hasil sortir biji kopi yg masih memerlukan proses ulang pd saat depe, biasanya karena masih terdapat bogor, terase , dan pesel
cabuten
/cabutên/hasil sortir (depe) pertama yg masih dapat dipilih dan dimanfaatkan
cacar
/ca.car/menandai kepemilikan barang dng cara menutupi dng daun
cacar layu
/ca.car la.yu/tanaman bunga yg biasa dipelihara kemudian ditinggalkan oleh perempuan karena berbagai alasan; dia melamun karena teringat --nya di kampung sana
cak
/ca?/bongkahan tanah yg keras
calus
/ca.lus/1. hangus, hilang (tt uang, kesempatan, kepemilikan) 2. tidak menemukan jalan keluar atau solusi
camca
/cam.ca/sendok
camung
/ca.muŋ/cambung
cangcibet
/caŋ.ci.bet/permainan anak-anak yg mengharuskan peserta memegang telinga, jika tidak akan dijewer oleh lawannya
cangkul
/caŋ.kul/alat penangkap ikan depik, terbuat dr jaring, berbentuk spt kelambu
cantik
/can.ti?/api yg diperoleh dgn cara menggosok-gosokkan batu dng batu atau besi dan didekatkan dgn rabuk shg terbakar
cawan
/ca.wan/mangkok
cawing
/ca.wiŋ/bentuk tanduk kerbau atau sapi yg mencuat atau melengkung yg satu ke atas dan yg satu ke bawah
cebet
/cə.bet/cubit
cecah
/cê.cah/sambal dr bahan-bahan mentah
cecah agur
/cê.cah a.gur/makanan khas Gayo, cecah dng campuran terong belanda
cecah angur
/cə.cah a.ŋur/sambal yg berbahan terung belanda, andaliman, terasi, dan cabe yg dihaluskan
cecah dengke
/cə.cah dəŋ.kɛ/sambal yg berbahan dasar daging sapi atau kerbau dan diberi bumbu rempah
cecah depik
/cə.cah də.pi?/sambal yg berbahan dasar ikan depik goreng, terasi, cabai, asam jantar, dan andaliman
cecah kelat
/cê.cah kê.lat/sambal yg sepat, spt, dr pucuk daun jambu biji, buah kesemak, atau nangka muda, biasanya disajikan pd bulan puasa
cecah lengop
/cə.cah lə.gɔp/sambal yg berbahan dasar rimbang, kemiri bakar, rawit, dan tomat ceri
cecah ries
/cə.cah ri.əs/sambal yg berbahan dasar bonggol batang pisang yg dicincang, dibumbi dng terasi, cabai, bawang, dan garam
cecah ries
/cê.cah ri.ês/sambal dr umbut pisang
ceding
/cê.diŋ/1) n cabang kopi yg tumbuh ke atas; 2) n tunas yg tumbuh di kanan dan kiri batang utama tanaman kopi
ceh
/cɛh/penyair atau vokalis dalam kesenian di Aceh
cekuk
/cê.ku?/bengkok ke bawah (tt cabang pohon)
celok
/cə.lɔ?/mengambil makanan dng tangan
cemak
/cê.ma?/larangan untuk mengucapkan hal tabu dengan memilih kata berupa penghalusan
cemerlep
/cê.mêr.lêp/sj kecoak tp lebih kecil dan cepat
cempon
/cêm.pon/wadah yg terbuat dr tembaga untuk menampung sisa sirih yg telah dimakan
cengak
/cê.ŋa?/membasahi kepala tanpa mengenai muka, hanya terkena bagian belakang badan saja
cengkukok
/cəŋ.ku.kɔ?/rumput sawah yg warna bunganya kemerah-merahan, berbiji kecil berwarna hitam, dan batangnya berperdu; Cyperus articulatus L
cepah
/cê.pah/sisa makanan, mis. sirih atau nasi
ceras
/cê.ras/garpu untuk membajak sawah yg dioperasikan oleh kerbau atau kuda, terbuat dr kayu yang memiliki besi-besi kecil
cerek
/ce.re?/ceret
cerel
/ce.rel/ingin mendapat perhatian, baik dng cara menjadi sok asyik atau sok tahu
cerkop
/cər.kɔp/tudung saji
cerkop
/cêr.kop/1) v menangkap burung menggunakan tangan, biasanya saat malam hari atau setelah hujan; 2) n alat untuk menangkap ikan yg terbuat dr bambu, menyerupai kurungan kecil
cibit
/ci.bit/jamur berwarna putih, bisanya tumbuh di pohon yg sudah roboh dan lapuk, dapat dimakan
cicir
/ci.cir/putaran gasing yg pangkal gasingnya ke bawah dalam permainan gasing; lonok
cikang
/ci.kaŋ/buah nangka muda yg msh kecil
cike
/ci.ke/rumput rawa, lebih kecil dr semua jeenis rumput rawa lainnya, tumbuh menumpuk, biasanya dianyam untuk tas kecil
cimun
/ci.mun/mentimun