Kamus Bahasa Gayo
temuru
/tə.mu.ru/salam koja
tene
/tê.nê/menyangkutkan kain di kamar mandi sbg tanda ada orang di dalamnya
tenen
/tə.nən/nangka
tenes
/tê.nês/upacara terakhir dalam rangkaian perkawinan adat Gayo, saat pengantin perempuan diantar ke rumah pengantin laki-laki sambil membawa hadiah
tengango
/tê.ŋaŋ.go/sj akar pohon (mirip kunyit) yg baunya spt walang sangit, biasanya digunakan untuk campuran sambal terasi
tenggulun
/têŋ.gu.lun/buah berwarna merah, batangnya berduri, rasanya asam manis
tengkedep
/têŋ.kê.dêp/1 tambalan pd kain yg robek 2 selimut yg dijahit dr perca
tengkeh
/təŋ.keh/kegiatan berbalas pantun dlm didong dng bercerita atau sindir-menyindir
tengkerek
/têŋ.ke.re?/gasing yg terbuat dr biji pinang yg ditusuk dng rautan bambu sepanjang lima sampai sepuluh sentimeter
tenglu
/têŋ.lu/bagian terdalam dr batang pinus yg terdapat damar
tentera
/tən.tə.ra/tentara
tentum
/tên.tum/1 mengetuk-ngetuk ikatan semai padi yg sudah dicabut dr persemaian di dalam air sebelum ditanam (untuk menghilangkan tanah) 2 meratakan bagian bawah ikatan atau tumpukan, msl sapu lidi atau kertas 3 memukul-mukul tiang yang dipancang ke dalam tanah agar lebih kuat
tentung
/tên.tuŋ/mengetuk wadah untuk memastikan wadah tsb kosong
tentungkapur
/tên.tuŋ ka.pur/1) sifat perempuan yg tidak bisa melakukan pekerjaan atau memelihara sesuatu dng benar 2) n julukan untuk perempuan yg banyak bicara atau banyak memberi nasihat yg tidak benar dan iri thd keberhasilan orang lain
tep onem
/tep o.nem/pantun yg digunakan untuk menyindir pd pertunjukan didong (asal dari bahasa Inggris: tell your name)
terangun
/tê.ra.ŋun/rumput, biasanya digunakan untuk obat-obatan
terase
/tê.ra.sê/biji kopi yg sangat hitam, busuk, kualitasnya tidak baik, dan harus dibuang saat proses penyortiran
terbong
/têr.boŋ/bambu berbentuk bulat yg digunakan sbg penyangga pd sangkar burung tradisional
teritit
/tê.ri.tit/alat tiup dr ruas bambu, digunakan untuk memanggil burung pipit
terjali
/têr.ja.li/berdiri (dalam didong sesuk)
terkol
/têr.kol/sayuran yg belum matang sempurna untuk diolah
terkuk
/têr.ku?/berbenturan kepala
terlok
/têr.lo?/tunas yg baru tumbuh
termos
/ter.mɔs/termos
terong
/te.rɔŋ/terung
terong belene
/te.rɔŋ bə.lə.nə/terung belanda
teroto
/tê.ro.to/tetesan air dr atap sesudah hujan
terpuk
/tər.pu?/kecombrang
terujak
/tê.ru.ja?/tumbuhan menjalar seperti belimbing wuluh, rasanya asam, warnanya kuning (kalau sudah masak)
tetaki
/tê.ta.ki/memberi dng pura-pura
tetas
/tê.tas/membuang cabang kayu dan hanya menyisakan batang pohon
tetas kupi
/tê.tas ku.pi/memotong batang utama dan cabang cabang besar pd tanaman kopi agar tidak tumbuh menjulang
tetemi
/tə.tə.mi/gandasuli
tetingoken
/tê.ti.ŋo?.ên/jendela kecil berukuran satu papan, hanya memiliki satu sisi, dibuka dng cara didorong ke bawah
tetir
/tê.tir/jatuh tetapi tidak terasa, biasanya pd benda yg dibawa, msl koin di dalam kantung
tetusuk
/tê.tu.su?/sj rumput sawah mirip padi, daunnya halus dan sangat digemari ternak, selain itu dahulu digunakan orang untuk pembersih gigi
tewah
/te.wah/padi atau rerumputan yg rebah krn hujan lebat dan angin kencang
tibok
/ti.bɔ?/gayung
tikel
/ti.kêl/umbut atau bagian yg lembut di dalam pucuk kelapa, pinang, palem, dsb.; sabut yang masih lembut pd bagian tangkai buah kelapa muda
tikik
/ti.ki?/sedikit
tikik ngenaken rami impit ngenaken lues
/ti.ki? ŋê.na.kên ra.mi im.pit ŋê.na.kên lu.ês/penduduk yg sedikit menjadi banyak krn mempersilakan orang luar untuk masuk
tiksangka
/ti?.saŋ.ka/laki-laki melarikan perempuan untuk dinikahi karena adanya penolakan dari pihak perempuan; kawin lari
time
/ti.mə/timba
timuk
/ti.mu?/2 memukul dng sikut ke arah dagu lawan
tingir
/ti.ŋir/posisi yg rentan jatuh, mis. benda di pinggir meja, bayi di pinggir kasur; berisiko jatuh
tingkep
/tiŋ.kəp/jendela
tingki
/tiŋ.ki/bonggol pd batang kayu
tioken
/ti.o.kên/kondisi hampir muntah, ditandai dng kerongkongan yg berbunyi
tipak
/ti.pa?/sepak
tipak dagu
/ti.pa? da.gu/menaikkan dagu sbg ekspresi tidak suka, biasanya dilakukan di belakang org tsb; menunjuk dengan dagu