Kamus Bahasa Aceh
ôk
/o?/1 bulu yg tumbuh pd kulit manusia (terutama di kepala): rambut
ôk
/o?/2 sesuatu yg panjang, halus, dan berurai
ôk putéh
/o? pu.teh/rambut yg sudah putih atau mulai memutih; uban
bukön sayang lôn kalon waréh, – seumayang hana
‘betapa sayang kulihat saudara sudah beruban, tidak sembahyang’
ôn
/on/bagian tanaman yg tumbuh berhelai-helai pada ranting (biasanya hijau); daun
ôn
/on/bagian tanaman yg tumbuh berhelai-helai pd ranting (biasanya hijau) sebagai alat bernapas dan mengolah zat makanan; daun
ôn culut
/on cu.lut/tumbuhan yg merambat di tanah, memiliki bunga mirip bunga lada, dapat dibuat sambal khas Aceh (sambai peugaga), sbg obat sakit perut dan obat gatal (Piper caducibracetum); sirih hutan
ôn geulinyung
/on gɯ.li. ɳuŋ/bagian telinga yg di luar untuk menangkap bunyi (suara); daun telinga
ôn manék mano
/on ma.ne? ma.nɔ/rumput yg dimanfaatkan sbg kuas untuk peusijuk
ôn mè tanôh
/on mɛ ta.noh/rumput yg dimanfaatkan sbg obat cacar, daunnya dan rasanya mirip daun asam jawa, tidak menjalar (Phylanthus amarus); meniran
ôn paku
/on pa.ku/tumbuhan yg membiak dng spora, biji, atau tunas yg muncul dr pangkal pohonnya, tidak hanya hidup ditanah, bisa juga hidup di pohon aren, digunakan sbg hiasan untuk dara baro, ditempel di dinding rumah (Arachinodes aristata); pakis