Kamus Bahasa Aceh
naleung awé
/na.lɯng a.we/rumput yg biasanya dimanfaatkan untuk pakan ternak
naleung belanda
/na.lɯng bɯ.lan. da/rumput yg biasanya ditanam di lapangan, dimanfaatkan juga untuk pakan bebek dan entok
naleung gajah
/na.lɯŋ ga.jah/rumput yg dimanfaatkan untuk pakan sapi (Pennisetum purpureum schamach); gajah mini
naleung gapu
/na.lɯŋ ga.pu/rumput yg berbentuk spt ulat bulu
naleung geunu
/na.lɯŋ gɯ.nu/terna menahun yg tumbuh liar di tempat terbuka, tingginya antara 10—80 cm, dapat digunakan untuk pengobatan herbal (Cyperus rotundus); rumput teki
naleung iku kuda
/na.lɯŋ i.ku ku.da/rumput yg tumbuh di gunung tandus, di batu-batu, dapat lengket di celana, tumbuhnya tanaman ini menandai tanah yg asam (tidak subur) (Chloris barbata); rumput jejarongan
naleung kleng
/na.lɯŋ kləŋ/rumput yg dimanfaatkan untuk pakan sapi, sejenis rumput odot; rumput gajah; Pennisetum purpureum
naleung lako
/na.lɯŋ la.kɔ/alang-alang (Imperata cylindrical); ilalang
naleung laôt
/na.lɯŋ la.ot/tanaman yg tumbuh di dasar laut, di dekat karang, berwarna hijau, kuning, atau putih (Eucheuma cottonii); rumput laut
naleung sambô
/na.lɯŋ sam.bo/rumput yg digunakan dalam tradisi peusijuk, tinggi mencapai 30 cm, tumbuh di iklim panas (Cynodon dactylon):
le – i leun rumôh
’banyak naleung sambô di depan rumah’