Kamus Bahasa Aceh
ceumeulhö
/cɯ.mɯ.lhʌ/menggiling padi dng kaki atau dng mesin perontok bulir padi
lawet nyo ka jareung ta kalon ureng – kana moto keumeukoh
‘sekarang kita sudah jarang melihat orang menggiling padi dng kaki atau mesin perontok padi, karena sudah ada mobil khusus panen lansung'
ceumeureuh
/cɯ.mɯ.rɯh/1 menyisir (meratakan) sawah yg sudah dibajak dng garu; menggaru
ceumeureuh
/cɯ.mɯ.rɯh/1 menyisir (meratakan) sawah yg sudah dibajak dng garu; menggaru
ceumeureuh
/cɯ.mɯ.rɯh/2 mengumpulkan rumput atau sampah dng jari tangan atau alat penggaruk di tanah kering
ceumong
/cɯ.mɔŋ/menangis, meratap, meraung;
ceungai
/cɯ.ŋai/pohon rimba yg besar dan tinggi, kayunya berat, digunakan untuk berbagai tujuan, seperti bahan pembuatan rumah, perahu, jembatan, bantalan rel dan mebel (Balanocarpu); cengal
ceunulék
/cɯ.nu.le?/alat yg terbuat dari besi, bergagang kayu, digunakan untuk untuk mencungkil, mis. daging kelapa dr tempurung; cungkil
jaroe lon luka keunong – baro
‘tangan saya luka terkena – kemarin’
ceupé
/cɯ.pe/piring kecil untuk wadah lauk atau kue; cupe; cipe
beuleuheun, bek beukah – baroe lon
‘hati-hati, jangan sampai piring kue baru saya pecah’
ceupeub
/cɯ.pɯb/menggapai, menyambar, memegang, menangkap
ceuprok
/cɯp.ro?/perabot dapur, terbuat dari batu atau tanah liat yg dibentuk seperti piring, untuk mengulek bumbu (merica, cabai, dan sebagainya); cobek