Kamus Bahasa Aceh
caheung
/ca.hɯŋ/gigi depan yg maju; tonggos
igo kah – aju
‘gigimu semakin – saja’
cakeuek
/ca.kɯə?/burung yg memangsa ikan, paruhnya panjang dan berwarna hitam
calok
/ca.lɔ?/1 tempat air yg dimanfaatkan untuk cuci tangan setelah makan; kobokan
– ta beot nyo na ureung pajoh bu ngeon jaro
‘– kita angkat jika ada orang makan pakai tangan’
calok
/ca.lɔ?/2 kawasan pemukiman daerah pantai dan tambak
calom-malom
/ca.lom ma.lom/campur-baur, tidak sama, tidak teratur, tidak tersusun, kacau, porak-poranda
caluk
/ca.lu?/mengambil makanan dng tangan
gule meunyo ta – bagah basi
‘sayur kalau diambil dng tangan langsung lebih cepat basi’
cama
/ca.ma/burung laut berwarna putih keabu-abuan, berparuh panjang dan runcing, bersayap panjang yg ujungnya meruncing, ekornya bercanggah seperti garpu, badannya langsing, berkaki pendek kemerah-merahan dan berselaput renang; dara laut (Thalasseus bengalensis)
cambông
/cam.boŋ/mangkuk besar untuk meletakkan gulai untuk pengantin, juga digunakan untuk mengisi gulai sehari-hari
campli buta
/cam.pli bu.ta/cabai merambat yg bentuknya seperti stroberi; cabai Jawa
canang
/ca.naŋ/gong kecil yg terbuat dari kuningan berbentuk bulat dan ada cumboi bulat kecil di bagian tengahnya, digunakan untuk mengatur derap, langkah, dan membangkitkan semangat juang para serdadu menuju medan perang, dapat juga dipakai untuk menyampaikan pengumuman atau pemberitahuan