Kamus Bahasa Aceh
cangguk lijeu
/caŋ.gu? li.jɯ/katak berukuran sekitar 4 cm dng punggung berwarna hitam dan perutnya berwarna putih tapi tidak mengilat, apabila bersuara menandakan bahwa ada belut
cangguk ôn
/caŋ.gu? on/katak daun biasa berwarna cokelat atau hitam, biasa hidup di sawah (Pelophylax leucomystax)
cangguk po
/caŋ.gu? põ/katak berukuran besar, berwarna hitam atau gelap, kulit bertekstur, biasa hidup di hutan
cangguk pong
/caŋ.gu? põŋ/katak yg ketika bersuara lehernya menggelembung
cangguk purè
/caŋ.gu? pu.rɛ/katak berukuran besar dan memiliki gondong yg besar
cangguk sira
/caŋ.gu? si.ra/katak yg berukuran kecil dan berkulit mulus, mengeluarkan air seni ketika melompat
cangkôi
/caŋ.koy/alat yg terbuat dari besi, bergagang kayu, berukuran 50 cm, digunakan untuk menggali parit, dll.; cangkul
catok: – ka teusut gö dih, suah peugot nyo
‘gagang – sudah terlepas, harus di perbaiki’
cap bakôy
/cap ba.koj/ikan yg ukurannya mencapai 9 cm, tubuhnya agak membulat, warnanya kecoklatan dng bercak putih pada tutup insang dan sirip-siripnya, dan matanya menonjol, disebut juga cicak bakôy (Periophthalmus malaccensis)
cap sikureueng
/cap si.ku.rɯəɳ/cap berupa tanda tangan sembilan sultan untuk mengesahkan sebuah surat, biasanya digunakan untuk surat pengangkatan uleebalang, dsb pada masyarakat Aceh, stempel kerajaan Aceh
capa
/ca.pa/tanaman yg dimanfaatkan sbg ramuan induk jamu, daunnya untuk radang tenggorokan (digulung, dimasukkan ke hidung); sembung