Kamus Bahasa Aceh
rangkôk
/raŋ.ko?/alat di bagian dalam yg diletakkan di atas dalong
ranjalè
/ran.ja.lɛ/ikan laut yg besar matanya, mirip ikan kakap merah, disebut juga ranjalu:
eungkôt – jareung rôh lam jaréng
‘ikan ranjalé jarang masuk ke jaring tangkap’
ranup
/ra.nup/tumbuhan merambat, daunnya berasa agak pedas, biasa dikunyah bersama dng pinang, kapur, gambir sbg makanan yg mencandu, penguat gigi, dan sebagainya (Piper betle); sirih
ranup klo
/ra.nup kl ɔ/daun sirih yg dimakan dng pinang saja tanpa campuran bahan lainnya
ranup mamѐh
/ r a . n u p ma.mɛh/daun sirih yg dimakan dng olahan pinang, kencur, bunga cengkeh, dan gula pasir, rasanya manis
rapai
/ra.pa.i/alat musik Aceh berupa gendang spt rebana, terbuat dr kayu dan kulit hewan, dimainkan dng cara dipukul dan memiliki berbagai ukuran
rapai dabôh
/ra.pa.i da.boh/rapai yg dimainkan saat pertunjukan top daboh
rapai geurimpheng
/ r a . p a . i gɯ.rim.pʰɛŋ/rapai yg digunakan dng tujuan mengadu bunyi dr beberapa jenis rapai (istilah ini digunakan di Pidie);
rapai pasè
/ra.pa.i pa.sɛ/rapai yg ukurannya paling besar di antara rapai lainnya, dimainkan dng cara digantung dan ditabuh, berkembang di daerah Aceh Utara, biasa dimainkan ketika pembukaan acara besar
rapai pulôt
/ r a . p a . i p u . l o t /rapai yg dimainkan dng posisi pemain setengah lingkaran dan diikuti gerakan badan, iramanya berbeda dng permainan rapai lainnya