Kamus Bahasa Aceh
panglima laôt
/paŋ.li.ma la.ot/orang yg mengatur pelayaran di laut dan perdagangan ikan: — geupeugöt qanun laôt ‘panglima laut membuat hukum laut’
panglima laôt
/paŋ.li.ma la.ôt/orang yg mengatur pelayaran di laut dan perdagangan ikan
— geupeugöt qanun laôt
‘panglima laut membuat hukum laut’
panglima lhôk
/paŋ.li.ma lho?/orang yg diangkat sebagai pemimpin para nelayan dalam satu wilayah tertentu, tugasnya memediasi setiap permasalahan yg terjadi di wilayahnya
panglima lhôk
/paŋ.li.ma lho?/panglima yg mengatur kegiatan di kawasan teluk
pantang
/pan.taŋ/hal (perbuatan dsb) yg terlarang menurut adat atau kepercayaan; pantangan
– éh beungöh, – ngön lheuh asa
‘– tidur pagi, – dan setelah asar (kebiasaan yg tidak baik untuk kesehatan)’
pantang laôt
/pan.taŋ la.ot/hari pantangan melaut, yaitu 3 hari setelah pelaksanaan kenduri laut, hari Jumat, 3 hari Idulfitri dan Iduladha, 17 Agustus (hari kemerdekaan Indonesia), dan 26 Desember (hari peringatan tsunami)
panté
/pan.te/perbatasan darat dan laut, tanah yg muncul di tengah-tengah air dan saat air surut; pantai: aneuk sikula dijak meuramin bak binèh — ‘pelajar berwisata di pinggir pantai’
panteu
/pan.tɯ/tempat menjemur ikan
panteu
/pan.tɯ/tempat istirahat atau mengaso yg terletak di depan atau belakang rumah terbuat dr kayu atau bambu; balai-balai
abu geu eh uroe i ateuh – trieng
‘ayah tidur siang di – bambu’
panyöt
/pa.ɳʌ̃t/penerang, berbahan minyak tanah dan sumbu kain; teplok: watè supôt kamo meutöt — mangat peungeuh ‘pada sore hari, kami menyalakan teplok agar terang’