Kamus Bahasa Aceh
meunték
/mɯn.te?/ikan laut yg kecil, siripnya berduri, tidak bersisik, ukurannya sekitar 15 cm
meuntroe
/mɯn.trɔə/menteri
meupayang
/mɯ.pa.jaŋ/menangkap ikan dng payang
meuprèt-prèt
/mɯ.prɛ̃t-prɛ̃t/hujan gerimis, biasanya dalam jangka waktu yg lama;
meupѐp-pѐp
/mɯ.pɛp.pɛp/bercakap yg lama dan panjang, bisa sampai menjemukan; merepet
meurabé
/mɯ.ra. be/menggembala ternak; mengangon
meuramin
/mɯ.ra.min/makan bersama di tepi laut, masjid, dan tempat-tempat lain yg dianggap menyenangkan, biasanya untuk merayakan sesuatu
meurandéh
/mɯ.ran.deh/lihat beurandéh.
meurawöh
/mɯ.ra.wʌh/mengembara ke mana-mana; berkeliaran; bertualang
meurerui
/mɯ.rə.ruy/kondisi kehilangan arah atau tersesat di laut
meureuh
/mɯ.rɯh/mengumpulkan rumput atau sampah dng jari tangan atau alat penggaruk di tanah kering
meureumbu
/mɯ.rɯm.bu/patungan untuk membeli kerbau atau sapi jantan untuk disembelih dan dimakan bersama
meureunoe
/mɯ.rɯ.nɔə/belajar
meureurui
/mɯ.rɯ.ruy/terpedaya, tersesat
meuriam
/mɯ.riam/alat perang yg terbuat dr mesin tuangan, berlubang sesuai bentuk meriam, dilengkapi dng lubang kecil tempat pembakaran mesiu, perlurunya terdiri atas campuran baru, besi, kayu, dsb; meriam
meuripé
/mɯ.ri.pe/patungan untuk mendanai suatu keperluan bersama
meuripè-ripè
/mɯ.ri.pɛ-ri.pɛ/kongsi dalam mengumpulkan dana
meuröh
/mɯ.rʌh/lusuh (pd berpakaian dan penampilan)
meurua
/mɯ.ru.wa/biawak (baik yg hidup di pohon atau di air)
meurukôn
/mɯ.ru.kon/tradisi belajar tt rukun dalam agama Islam, dilakukan secara berkelompok dng mengajukan pertanyaan kpd kelompok lawan, biasanya dilakukan saat acara maulid Nabi Muhamad saw.
meururu
/mɯ.ru.ru/meniru, mis. pd bayi yg baru belajar berbicara
meuruwa
/mɯ.ru.wa/binatang melata serupa dng bengkarung besar, panjang seluruh tubuhnya kira-kira 2,5 m (dapat lebih), hidup di rawa-rawa (Varanus); biawak
meusén
/mɯ.sen/perkakas untuk menggerakkan atau membuat sesuatu yg dijalankan dng roda, digerakkan oleh tenaga manusia atau motor penggerak, menggunakan bahan bakar minyak atau tenaga alam; mesin
meusén kapai
/mɯ.sen ka.pay/mesin kapal
meuseujid
/mɯ.sɯ.jid/rumah atau bangunan tempat beribadah umat Islam; masjid
meuseujid
/mɯ.sɯ.jid/mesjid
meuseukat
/mɯ.sɯ.kat/kue yg terbuat dr tepung gandum, gula, dan telur
meuseulaweut
/mɯ.sɯ.la.wɯt/bersalawat
meuseuraya
/mɯ.sɯ.ra.ya/bergotong royong/bekerja sama, mis. dalam menanam padi atau membersihkan rumput/gulma disawah dalam satu kelompok tani
meuseuti
/mɯ.sɯ.ti/satuan ukuran jarak, sama dng sekepalan tangan ditambah ibu jari
meusom
/mɯ.sɔm/sembunyi
meutèp-tèp
/mɯ.tɛp.tɛp /menetes
meutui
/mɯ.tuy/anak yg ditinggal orang tua laki-laki karena meninggal; yatim
meutui
/mɯ.tuy/anak yg ditinggal orang tua laki-laki karena meninggal; yatim
meutѐng panѐng
/mɯ.tɛŋ pa.nɛŋ/kondisi kehidupan seseorang yg sangat susah
meuumpo
/mɯ.um.po/mencabut rumput atau gulma di sawah; menyiangi
meuurôh
/mɯ.u.roh/mengundang tamu untuk menghadiri suatu acara
meuurup
/mɯ.u.rup/bertani secara gotong royong, bergiliran atau berbalasan (saat menanam padi, menuai, mengirik, meganginkan padi, dst.)
meuѐn aceu
/mɯ.ɛ̃n a.cɯ/permainan tradisional lempar biji, biasanya menggunakan biji kemiri atau biji pinang yg sudah tua, biji-biji ditumpuk segaris, lalu dilempari biji pelempar dng berjongkok secara bergiliran, pelempar yg dapat menghancurkan tumpukan biji menjadi pemenang
meuѐn aneuk kiro
/mɯ.ɛ̃n a.nɯ? ki.rɔ/bermain kemiri, dimulai dng melemparkan biji kemiri masing-masing ke arah lubang yg telah dibuat, pemain yg kemirinya paling mendekati lubang berhak menjadi pemain pertama, kemudian urutan selanjutnya disesuaikan dng jarak terdekat, yg dapat memasukkan kelereng ke lubang menjadi pemenang, yg kalah dihukum dng menyentil kening atau tulang jari; main keneker, main gundu, main guli
meuѐn ché
/mɯ.ɛ̃n tʃe/bermain lompat, dimainkan sekurang-kurangnya dua orang, dilakukan dng melempar gaco ke dalam kotak-kotak yg digambar di atas tanah atau lantai, lalu pemain melompati kotak demi kotak dng satu kaki; engklek
meuѐn geunteut
/mɯ.ɛ̃n gɯn.tɯt/main egrang, dilakukan antar individu atau kelompok, menggunakan alat berupa dua batang tongkat setinggi 2 meter yg diberi tumpuan sbg tempat berpijak; jangkungan
meuѐn geuti
/mɯ.ɛ̃n gɯ.ti/main sentil, dilakukan secara individu atau kelompok, medianya 5--50 kerikil atau biji-bijian seperti kemiri, meninjau, atau biji jarak, kerikil tadi disebarkan di meja atau lantai permainan lalu disentil berpasangan sampai habis, kelompok yg paling banyak memperoleh kerikil menjadi pemenang
meuѐn grop-grop
/mɯ.ɛ̃n grop grop/main lompat tali, dimainkan paling sedikit tiga orang, dua orang yg memegang tali dan satu orang yg melompat, terdiri atas sepuluh babak, mulai dari peletakan tali paling dasar di tanah sampai babak merdeka yaitu tali diangkat setinggi lengan yg mengacung, orang yg pertama kali menyelesaikan babak menjadi pemenang, yg gagal pd babak tertentu harus memegang tali
meuѐn kring
/mɯ.Ɛ̃n kriŋ/main tangkap jongkok, permainan yg mirip petak umpet, tapi tidak sembunyi, setelah penjaga menghitung, pemain berlarian menjaga jarak, saat penjaga mendekati pemain, pemain akan jongkok dan menyebut kring, pemain yg tidak jongkok saat ditangkap atau tidak menyebut kring akan menjadi penjaga
meuѐn pét-pét
/mɯ.ɛ̃n petpet/main sembunyi-sembunyi, dimulai dng mengundi penjaga dan pemain, penjaga menutup mata di benteng sambil menghitung sebanyak hitungan yg disepakati sampai pemain telah bersembunyi semua, lalu penjaga mencari satu per satu pemain sampai dapat, pemain yg bersembunyi tidak tertangkap menjadi pemenang; petak umpet
meuѐn peudeung kayѐ
/mɯ.ɛ̃n pɯ.dɯŋ ka.yɛ/main pedang-pedangan yg terbuat dari kayu, dimainkan oleh dua orang, pemenangnya adalah pihak yg pedangnya rusak terlebih dahulu atau yg terjatuh
meuѐn pök
/mɯ.ɛ̃n pʌ?/main dobrak, menghancurkan tugu bijibijian dng cara dilempar, media yg dipakai dapat berupa kelereng, kemiri, atau meninjau
meuѐn yôk
/mɯ.ɛ̃n yo?/permainan dng sebuah bola karet kecil dan buah mainan berupa kerang (siput laut, dan sebagainya yg berjumlah 4, 6, atau 8, dan seterusnya), yg dilakukan dng cara melambungkan bola ke atas, sementara bola melambung, buah mainan diatur dan disusun sesuai dng aturan permainan, kemudian disauk dng tangan kanan, dan sekaligus setelah itu menangkap bola yg sedang dilambungkan
meu’èn
/mɯ.ɛ̃n/bermain